18.12.11

Mengenang Masa Muda

A for Everyone!

10.11.11

Elevator -- David Archuleta

Woah, oh oh, oh

I had a dream last night
I didn't know which floor to get off on, hey
The doors, they opened on 4 and 5 and 6
And you were gone, all gone

I didn't understand
I didn't wanna know
At least I took a chance
I had to let it go

Elevator goes up
Elevator come down
And you just go with the flow
Until your feet are back on the ground

It's an endless ride
Sometimes it takes you up
Sometimes it tears you down inside
But it's the butterflies
That keep you feeling so alive, so alive
You gotta get back that high

And in my dream last night
The doors they finally shut
And I was there, somewhere
Alone in my reality inside an empty box
That's filled with air, but I don't care, no

Next time I'll get it right
Next time I'll be okay

I'll have a different dream tonight
Tomorrow's another day

Elevator goes up
(Elevator goes up)
Elevator come down
And you just go with the flow
Until your feet are back on the ground

It's an endless ride
Sometimes it takes you up
Sometimes it tears you down inside
But it's the butterflies
That keep you feeling so alive, so alive
You gotta get back that high

You'll never know
What you're gonna get
What you don't expect will come and find you
If you laugh or cry, if you run and hide
But it's all right

Elevator goes up
Elevator come down
And you just go with the flow
Until your feet are back on the ground
It's an endless ride

Sometimes it takes you up
Sometimes it tears you down inside
But it's the butterflies
That keep you feeling so alive, so alive
You gotta get back that high

25.12.10

Too Much of Something is Never A Good Thing


Terlalu banyak tugas, saya tidak suka.
Terlalu banyak ujian, saya tidak suka.
Terlalu banyak berdiam diri, saya tidak suka.
Terlalu banyak bermain, saya juga tidak suka.

Hidup itu harus seimbang antara bermain dan belajar. Yang sudah pasti sulit adalah membuat keduanya menjadi seimbang. Berhenti mengeluh dan jalani kehidupan dengan senyuman! :)

23.12.10

Recent Thoughts

“Mau sampe kapan gak bisa ngatur waktu?”
“Multitasking itu harusnya udah wajib bisa!”
“Wow, ternyata begini toh rasanya…”
“Kalo sukses melakukan suatu kewajiban, itu bukan prestasi namanya, tapi emang udah seharusnya begitu. Bedain dong.”
"Usaha berbanding lurus sama hasil, jadi harus ikhlas."
"Masih ngerasa tenang ada di kapal yang gak tau tujuannya kemana? Tentuin tujuan sendiri woi!"
"Bersyukur atas apa yang lo dapet dan punya. Jangan ngeluh!"
"Andai saja setiap orang mengamalkan isi buku PPKn ketika mereka SD, tentu..."

21.8.10

Apakah Hidup Perlu Dimaknai?

Menurut pendapat saya, hidup perlu dimaknai. Mengapa hidup perlu dimaknai? Karena hidup hanya sekali dan bahkan kita tidak dapat mengulang sedetik pun waktu yang telah kita lalui. Sehingga kita perlu memaknai hidup bahkan dalam tiap detiknya.
Kehidupan merupakan sebuah perjalanan yang harus kita lalui di dunia ini. Detik demi detik, menit demi menit, hari demi hari, hingga tahun demi tahun kehidupan akan terus berjalan dan akan berhenti hingga ajal menjemput.
Setiap detik yang kita lewati dalam kehidupan tentunya memberikan kesan yang berarti bagi kita. Setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan, baik peristiwa bahagia maupun peristiwa yang menyedihkan juga memberikan kesan mendalam pada diri kita.
Sudah barang tentu, kita tidak ingin waktu dalam hidup ini terbuang percuma. Semua harus dimaknai agar kita berguna di kehidupan ini. Tidaklah bermakna hidup seseorang apabila ia tidak bermanfaat bagi orang tuanya, keluarganya, teman-temannya, dan lingkungannya.
Kita tidak mungkin mengulang waktu dalam kehidupan, bahkan sedetikpun tak bisa. Apabila waktu telah melampaui kita, maka kita tidak akan melalui waktu yang sama untuk kedua kali. Segala sesuatu akan menjadi terlambat dilakukan apabila kita tidak segera bangkit dan sadar untuk memaknai hidup. Untuk itulah, setiap perbuatan yang kita lakukan harus bermakna dan bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan tempat kita berada.
Alasan lain mengapa kita perlu memaknai hidup adalah agar kita dapat mengenang semua kenangan indah kehidupan kita nantinya. Semua kenangan indah akan dapat kita ingat apabila kita selalu memaknai hidup. Tentunya, kita semua ingin memiliki kenangan indah dalam kehidupan, bukan? Untuk itulah hidup perlu dimaknai.
Hidup perlu dimaknai sedini mungkin. Sebaiknya hal tersebut kita lakukan sejak kita mulai menentukan arah kehidupan kita masing-masing. Ketika kita sudah dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik bagi diri kita. Karena mulai saat itulah kita “memegang kendali”  perjalanan hidup kita masing-masing. Tidak lagi ditentukan oleh orang tua ataupun orang lain dalam hidup kita.
Bagaimana cara memaknai hidup? Ada beberapa hal yang dapat dilakukan dalam memaknai hidup. Pertama, isi kehidupan kita dengan hal-hal atau kegiatan yang bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. Tidak dengan melakukan kegiatan yang menyia-nyiakan hidup kita sendiri. Sadari minat dan bakat yang kita miliki, lalu ikutlah kegiatan-kegiatan yang dapat mengembangkan minat dan bakat kita tersebut.
Hal kedua yang dapat kita lakukan adalah dengan berteman atau bergaul dengan banyak orang agar dunia atau pandangan kita terbuka lebar. Bertemu dengan banyak orang akan membuka mata kita akan luasnya dunia ini. Perbedaan warna kulit, karakter, dan lain sebagainya yang dimiliki setiap orang akan membuat kita tahu bahwa masih banyak orang lain diluar lingkungan nyaman kita yang memiliki nasib yang berbeda dengan kita. Sehingga dapat menimbulkan kepekaan sosial yagn cukup tinggi. Kita hidup hanya sekali, maka itu maknailah hidup kita dengan berkenalan dan berteman dari berbagai suku, ras, dan agama tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lainnya.
Selanjutnya, yang dapat kita lakukan dalam memaknai hidup ini adalah dengan meyakini setiap tindakan yang kita kerjakan tanpa pernah menyesalinya. Segala tindakan yang pernah kita lakukan adalah apa yang kita yakini. Maka itu, jangan pernah menyesali segala keputusan atau tindakan yang pernah dibuat. Apabila kita telah melakukan kesalahan karena keputusan atau tindakan tersebut di waktu sebelumnya, maka cobalah untuk memperbaiki kesalahan itu di waktu selanjutna. Karena manusia tak pernah luput dari kesalahan. 
*sebuah tulisan yang dibuat dalam rangka mengikuti kegiatan SKETSA 2008.