3.6.10

Setahun Setelah Penantian Itu Terjawab

Kuliah di semester IV sudah berakhir tanggal 7 Mei lalu. Artinya, sudah genap satu tahun akademik saya lewati dengan mengikuti perkuliahan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota di Kampus Gajah ini. Ilmu yang saya dapat mengenai perencanaan baru sepertiga. Pun langkah saya baru sepertiga untuk lulus dari program studi yang akrab disebut Planologi ini. Masa-masa TPB tidak saya hitung karena pelajaran mengenai Planologi baru dimulai di semester III.
Kuliah selama dua semester disini sedikit-banyak mulai memberi saya gambaran mengenai “benda” yang bernama Perencanaan Wilayah dan Kota ini. Sebuah analogi pernah saya dengar mengenai perkuliahan di Planologi ini, yaitu seperti empat orang buta yang diperintahkan mendefinisikan seekor gajah dengan meraba. Si buta pertama mungkin berkata bahwa gajah seperti daun karena yang diraba adalah telinga yang lebar. Si buta kedua dapat berkata gajah seperti tiang karena yang diraba adalah kaki yang kokoh. Buta yang lain mengatakan bahwa gajah seperti benda tertentu sesuai apa yang dirabanya. Empat orang buta melambangkan waktu empat tahun perkuliahan dan sang gajah melambangkan Planologi.
Nah, analogi inilah yang dibuat untuk menggambarkan bahwa kita akan mengetahui Planologi secara utuh apabila sudah “meraba” secara keseluruhan. Berarti saat ini saya sudah “meraba” di dua tempat yang berbeda. Ingin rasanya berkomentar mengenai Planologi ini. Tentunya tanpa komentar mengenai masa-masa TPB.
Secara keseluruhan di semester III, mata kuliah yang saya ambil berkutat mengenai teori. Oleh karena itu, banyak sekali yang harus dihafal. Hah. Supaya lebih jelas, saya akan komentari satu per satu.
1. Analisis Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
Disini diajarkan mengenai pentingnya menjaga lingkungan, sedikit mengenai mitigasi bencana, ada juga sedikit mengenai proses terjadinya bencana alam seperti gempa dan tsunami, mengenai batuan, air tanah, dsb. Hal ini dipelajari agar perencanaan yang dilakukan tidak mengganggu kestabilan lingkungan.
2. Analisis Sosial dan Kependudukan
Mata kuliah ini berkutat pada demografi seperti kelahiran, kematian, dan migrasi. Selain itu, ada pula mengenai teori transisi demografi, kepadatan penduduk, dan proyeksi penduduk. Perilaku sosial pun dipelajari disini. Hal ini diberikan karena penduduk merupakan objek yang nantinya akan merasakan manfaat perencanaan.
3. Pengantar Ekonomika
Seperti judulnya, pada mata kuliah ini akan diterangkan mengenai penawaran dan permintaan beserta kurva-kurvanya, barang publik dan privat, inflasi, dll. Mengapa hal ini penting? Karena peningkatan atau kemajuan perekonomian suatu wilayah atau kota merupakan salah satu tujuan perencanaan.
4. Pengantar Data Spasial
Nah, mata kuliah ini menerangkan pentingnya perencana memahami peta. Skala, legenda, warna yang ada pada peta harus bisa dipahami dengan baik. Satu hal yang ditekankan ketika mengikuti kuliah ini adalah bahwa skala harus dipergunakan dengan tepat. Untuk setiap rencana (RTRW, RUTR, RTRK, dll.), gunakanlah skala yang tepat. Oia, mata kuliah ini juga mengajarkan penggunaan ArcGIS secara sederhana.
5. Metode Analisis Perencanaan I
Ini mata kuliah hitung-hitungan. Lebih tepatnya statistika. Kita akan akrab dengan istilah sampel, populasi, mean, modus, variansi, dll. Ada praktikum juga, yaitu mengajarkan penggunaan program SPSS (Statistical Packets for Social Sciences, kalo gak salah, red.)
6. Infrastruktur Wilayah dan Kota
Mata kuliah ini mengajarkan kita mengenai rupa-rupa infrastruktur yang ada. Khususnya yang berhubungan dengan wilayah dan kota. Infrastruktur persampahan, transportasi, dll.
7. Tata Guna Lahan
Kalau yang satu ini, saya anggap sebagai mata kuliah yang wajib dipahami di prodi ini. Kata-kata guna lahan akan sering sekali terdengar di mata kuliah apapun. Oleh karena itu, dasarnya harus mantap. Ya, mata kuliah ini harus dikuasai dengan baik karena perencana pasti bermain dengan guna lahan.
Sekian dulu untuk semester III. Semester selanjutnya nanti aja, tunggu nilainya keluar semua. Semoga lebih baik. Amiin.

28.5.10

Terorisme Nuklir

Saat ini, nuklir menjadi salah satu “barang” penting yang ada di dunia. Keberadannya diperebutkan dan menimbulkan persaingan antar negara-negara di dunia ini. Nuklir merupakan energi alternatif pengganti bahan bakar minyak, yang ketersediannya mulai menipis. Tak hanya berfungsi sebagai pembangkit listirik, yang memiliki kekuatan dahsyat, nuklir juga digunakan sebagai senjata. Bahkan menjadi senjata pemusnah massal. Senjata yang dengan mudah akan melenyapkan makhluk hidup dalam jangkauan luas dengan hanya beberapa gram saja.

Kegunaan nuklir yang terakhir disebut ternyata disalahgunakan untuk kepentingan pribadi oleh pihak-pihak tertentu yang tidak ber-peri kemanusiaan. Orang-orang ini bisa saja merupakan negara pemilik reaktor nuklir tersebut atau merupakan pihak luar. Orang-orang inilah yang saya sebut sebagai teroris.

Solusi yang dapat saya tawarkan untuk kasus ini adalah sebaiknya negara-negara di dunia ini membuat suatu kesepakatan jelas mengenai nuklir ini. Menurut saya, persoalan pokok mengenai nuklir adalah kesenjangan antara negara-negara yang boleh menggunakan energi nuklir dengan negara-negara yang dilarang menggunakan energi nuklir. Hal ini diperkuat dengan ketidakjelasan syarat yang harus dipenuhi apabila ingin menggunakan nuklir. Sebagai contoh, Amerika Serikat dan Perancis yang telah menggunakan energi nuklir sedangkan ketika Korea Utara, Iran, dan Pakistan hendak mengembangkan teknologi berbasis nuklir untuk kepentingan masyarakat luas ditentang habis-habisan oleh dunia, khususnya Amerika Serikat dengan alasan akan mengganggu stabilitas keamanan dunia. Kesenjangan itu memicu rasa iri dan kemudian berubah menjadi vandalisme dan akhirnya menebarkan teror terhadap pengguna teknologi nuklir.

Selain solusi diatas, hal yang harus dipupuk di dalam hati seluruh negara-negara di dunia ini adalah kepercayaan terhadapa satu sama lain. Mengapa Amerika Serikat menentang Korea Utara atau Iran mengembangkan teknologi nuklir mereka? Karena Amerika Serikat tidak percaya Korea Utara dan Iran akan menggunakan teknologi nuklir untuk tujuan yang baik, melainkan untuk mengganggu stabilitas keamanan dunia, atau bahkan untuk menyerang mereka. Oleh karena itu, dibutuhkan sikap saling percaya antar negara-negara tersebut. Kepercayaan ini dapat dibuat dengan kesepakatan yang dibuat dengan hitam-diatas-putih oleh negara-negara tersebut dengan konsekuensi yang tertulis jelas apabila terjadi pelanggaran. Peran para pemimpin bangsa dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa amat dibutuhkan dalam terwujudnya kesepakatan ini.

18.5.10

Goa

Akhir-akhir ini saya lebih senang untuk tetap diam di kamar daripada berada di luar. Mungkin karena saya ingin membayar waktu saya yang biasanya lebih banyak di luar. Kamar ini disebut goa oleh teman-teman saya. Selain letaknya yang memang dibawah, disini juga agak sulit untuk menerima sinyal. Tak hanya itu, udara di kamar ini cenderung dingin meskipun diluar matahari bersinar terik. Bahkan, saya bisa tetap tahan berselimut disini. Sehingga kalau saya sudah berada di kamar pasti tertidur. Jika sudah tertidur, maka putus hubungan dengan dunia luar. Tidur dengan YM tetap tersambung dan handphone yang sering menampilkan sinyal kosong.  Mungkin ini yang menyebabkan teman-teman kesal karena jadi sulit dihubungi. Tak terasa tanggal 5 Juli nanti, akan genap setahun saya tinggal di goa ini.
Tekad saya untuk pindah dari kost yang lama memang sudah bulat. Suasana disana menyenangkan sebetulnya. 10 dari 14 penghuni kost itu adalah mahasiswa tingkat pertama, termasuk saya. Bahkan, 5 diantaranya  merupakan teman saya ketika SMA. Suasana disana cukup ramai, apalagi setiap makan pagi dan malam kami lakukan bersama-sama. Benar-benar seperti keluarga. Hidup saya sudah cukup ramai tanpa keberadaan internet dan televisi. Menyenangkan, ramai, dan kekeluargaan. Itulah kata-kata yang bisa menggambarkan kost saya yang lama. Ups,  saya lupa, masih ada satu lagi. Jauh.
Ya, kost saya dulu memang jauh. Naik angkot Cisitu-Tegallega sampai angkot itu mencapai tujuan akhirnya, lalu berjalanlah sepanjang jalan setapak kira-kira 10 menit. Jalan menanjak dan menurun? Tenang, justru itu sebagai penanda bahwa anda berada di jalur yang tepat.
Tetapi, rasa lelah itu akan terbayar ketika saya melihat warung mie bakso di dekat kost saya. Yang paling enak adalah jus alpukatnya. Dengan harga segitu, jus alpukat warung ini belum ada yang ngalahin enaknya. Slurp. Sayang setiap hari Jum’at warung ini tutup. Kalau tidak, mungkin sudah 7 hari dalam seminggu saya menyambangi warung ini.
Saya hanya bertahan untuk tinggal selama setahun disana. Memasuki tingkat kedua, saya memutuskan untuk pindah ke tempat  ini. Saat ini saya sedang bingung apakah akan pindah atau tetap tinggal disini. Banyak kemudahan yang saya rasakan ketika tinggal disini. Salah satunya karena akses 24 jam yang ditawarkan. 24 jam bebas keluar-masuk kost, 24 jam angkot, 24 jam tempat nge-print dan jilid. Nanti deh, saya pikirkan lagi.

26.1.10

Michael Bolton - Go The Distance

I have often dreamed
Of a far off place
Where a hero's welcome
Would be waiting for me
Where the crowds will cheer
When they see my face
And a voice keeps saying
This is where I'm meant to be

I'll be there someday
I can go the distance
I will find my way
If I can be strong
I know ev'ry mile
Will be worth my while
When I go the distance
I'll be right where I belong

Down an unknown road
To embrace my fate
Though that road may wander
It will lead me to you
And a thousand years
Would be worth the wait
It might take a lifetime
But somehow I'll see it through

And I won't look back
I can go the distance
And I'll stay on track
No, I won't accept defeat
It's an uphill slope
But I won't lose hope
'Till I go the distance
And my journey is complete

But to look beyond the glory is the hardest part
For a hero's strength is measured by his heart

Like a shooting star
I will go the distance
I will search the world
I will face it's harms
I don't care how far
I can go the distance
'Till I find my hero's welcome
Waiting in your arms

I will search the world
I will face it's harms
'Till I find my hero's welcome
Waiting in your arms

31.12.09

Langkah Awal Menuju Hidup yang Lebih Baik

Tak terasa tahun 2009 akan beranjak dari kehidupan saya. Banyak kejadian dan pengalaman yang saya rasakan. Tanggung jawab yang dipikul, cobaan yang dihadapi, kesempatan yang diabaikan, manajemen waktu berantakan, hingga prioritas pun dikesampingkan. Semua terjadi di tahun ini. Puncaknya, saya pun menobatkan November 2009 sebagai bulan tersulit sepanjang kehidupan saya di dunia ini.

Secara keseluruhan, 2009 memang lebih berat dibanding 2008. Sulit untuk menerima semua keadaan ini dengan ikhlas. Namun, didukung oleh berbagai pihak, saya yakin bahwa semua ini dapat dilewati dengan baik, bahkan membuat diri saya lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Saya percaya, Allah tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan hamba-Nya.

Oleh karena itu, dalam rangka menempa diri menjadi pribadi yang lebih baik, saya membuat resolusi 2010 yang harus diimplementasikan dan dijalani dengan baik. Kalau tidak, saya akan dimarahi. :P
Selama tahun 2010 saya akan berusaha untuk :
  1. Membalas SMS lebih cepat dibanding tahun sebelumnya. 
  2. Duduk di baris depan dan tidak tidur selama perkuliahan. Kalau mengobrol mungkin agak sulit  ditinggalkan, itu salah satu cara menghindari tidur.
  3. Mencatat semua materi perkuliahan. *ralat. hampir semua.
  4. Tepat waktu.
  5. Menulis. Minimal 12 tulisan harus dibuat.
  6. Siaran. Wah, sudah lamaa rasanya.
  7. Deutsch lernen.
  8. Latihan bulutangkis.
  9. Menerima beasiswa.
  10. Pensiun jadi Mr. Deadliner. Sudah terlalu tua.
  11. Lebih menata dan mengatur hidup. Biar gak berantakan kayak 2009. Menata kamar juga, deh.
  12. I should be Fun and Mature. Since i’m gonna be 20 years old this year, LOL.
Semoga semua tercapai. Amiin.